Jumat, 14 November 2014

Hanya kau yang paling mengerti

Waktu yang membawa ku pergi dari masa lalu 
Waktu yang membawa ku pergi meninggalkan semua kenangan pahit 
Doa yang menuntunku untuk bersabar 
Doa yang menuntunku untuk tersenyum 
Doa yang menuntunku untuk selalu sabar menahan semua rasa ini
Doa yang menuntunku untuk selalu memanjatkan segala harapan harapan ku 
Hati yang selalu menahan bibirku ketika bibir ini ingin tersenyum saat melihatmu 
Hati yang selalu menjaga mataku ketika mata ini ingin menangis melihatmu 

Ketika sang waktu menjawab semua pertanyaanku 
Semua resah gelisah perlahan menjauh dari hati dan jiwaku 
Kebahagiaan perlahan memasuki kehidupanku 

Engkau datang dengan sejuta senyuman 
Engkau datang dengan sejuta keceriaan 
Engkau datang menghapus luka dihati 
Engkau datang menghapus kesedihan dijiwa 

Dan...
disaat ku terdiam
disaat ku termenung 
Aku menyadari
Bahwa "Hanya kau yang paling mengerti" 

Senin, 21 Juli 2014

Ma Boss about Love

Cinta bukan apa yang selalu ada saat bersama
Tapi cinta adalah yang selalu ada saat kedua hati tidak bersama, namun mencintai dalam dinginnya malam

Cinta bukan apa yang harus sama 
Tapi cinta adalah yang harus mensyukuri adanya perbedaan dalam kehidupan 

Cinta bukan apa yang saling mementingkan ego
Tapi cinta adalah yang saling meredam egodemi kebahagiaan seseorang

Cinta bukan yang saling menangis satu sama lain tiap malam
Tapi cinta adalah yang saling menangisi satu sama lain dalam sujud dan doa kepada-Nya 

Cinta bukanlah keharusan satu orang dalam mengerti jalan fikiran 
Tapi cinta adalah keharusan dua insan dalam mengerti satu sama lain

Cinta bukanlah yang harus menangis dalam kegalauan 
Tapi cinta adalah yang harus menangis dalam mengikhlaskan 

Cinta bukan apa yang harus disandingkan 
Tapi cinta selalu ingin duluan menyandingkan cintanya dibanding cinta-cinta yang lain

Cinta bukanlah soal janji-janji manis nan lezat 
Tapi cinta harus dengan soal bukti-bukti yang nyata 

Cinta bukan apa yang saling melupakan janji 
Tapi cinta harus saling mengingatkan akan janji yang diucapkan~

Sabtu, 12 Juli 2014

Catatan hati anak Palestina

Assalamualikum Wr.Wb.
Aku seorang anak lelaki yang hanya bisa membawa senjata laras pendek, aku juga hanya bisa membawa bom Molotov rakitan yang dibuat ayahku sendiri, itu pun tidak banyak, hanya beberapa saja. Tapi, aku tau, di balik blokade ini, saudara-saudaraku telah menanti. Mempersiapkan diri mengempur para yahudi itu.

Aku berdiri di balik blokade gaza, menyaksikan para orang tua kami dibantai habis oleh tentara yahudi, bahkan adik-adik kami ikut mereka bunuh, nenek dan ibu kami juga. Lalu apa yang bisa dilakukan oleh anak seumuranku? Menangis? Bukan saatnya buatku, aku dilahirkan dari rahim seorang ibu yang kini menjadi syuhadah, aku pun akan menjadi syuhada untuknya, dan untuk kalian semua. Aku tidak mau matiku sia-sia hanya karena aku takut menghadapi kematian, karena kematian milik kita semua yang hidup. Di sini, di perbatasan aku mengharap ridho Allah senantiasa bersamaku dan bersama para ayah yang lain, bersama saudara-saudaraku, dan semoga Allah mengizinkan kami syahid. ALLAHU AKBAR!!!

Sampai saat ini, penderitaanku belum juga usai, mungkin buatku yang baru lahir beberapa tahun silam, tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya pada kaum muslimin yang kini belum terlihat batang hidungnya. Tapi bukan alasan untuk aku mundur dari medan juang ini, aku adalah mujahid, dan selamanya tetap seperti itu. Allah mentakdirkan aku untuk ini semua, dan aku harap kaum muslimin mau mendengarkanku sejenak saja.

Aku dan saudara-saudariku tidak mengharapkan terlalu banyak dari apa yang kalian miliki wahai saudaraku yang ada di balik blokade ini. Kami hanya butuh kalian untuk menghadapi para zionis yahudi itu. Kami butuh darah bukan uang, kami butuh nasi bukan keprihatinan, kami butuh mujahid yang lebih banyak untuk meluluhlantahkan yahudi laknatulloh alaihi itu. Bukan kejayaan melainkan kemenangan yang indah, kado dari Allah untuk kaum muslimin. Sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat, hanya ada di seberang perbatasan ini saja, aku yakin sebentar lagi kalian datang. Membawa sejuta mujahid yang siap syahid bersama kami. Aku yakin sebentar lagi kalian berada di belakang kami, lalu membombardir mereka semua, tentara yahudi. ALLAHU AKBAR!!!

Pertemuanku dengan ibuku yang terakhir adalah satu tahun kemarin, saat aku masih belum mengerti untuk apa ini semua dan untuk apa ibuku dibunuh juga oleh mereka. Getir hati lantas membuatku kecewa akan apa yang telah menimpa diriku dan ibuku juga kaum muslimin. Entah iblis apa yang telah merasuki fikiranku sehingga aku dengan bodohnya menjadi seorang bocah yang cengeng dan pesimis. Akulah si penakut yang setiap kali para yahudi itu datang aku lari pontang-panting seperti tikus yang takut akan terkaman kucing, seperti manusia yang tak tau TuhanNya senantiasa menjaganya. Namun itu dulu, sebelum semuanya berubah. Ayahku lah yang selalu mengingatkanku akan pentingnya berjihad dan istimewanya seorang yang mati Syahid. Semua itu aku dapatkan bukanlah sesaat dan beberapa jam saja. Butuh beberapa bulan ayahku membentuk aku yang sekarang selalu ingin menjadi yang terdepan agar bisa menjadi yang paling pertama syahid hari ini.

Anak-anak palestina adalah yang terbaik, para ayah pun begitu adanya, kami yakin pertolongan Allah senantiasa bersama kami. Namun, semua itu hanyalah sebuah kebanggaan pribadi saja, bukan untuk kita semua, dan yang aku inginkan bukan itu, melainkan engkau, kalian semua saudara-saudaraku yang ada di balik blokade ini. Aku sangat berharap pesawat penyelamat datang dari balik sana untuk menyelamatkan ibu dan adik-adikku suatu hari nanti, entah kapan datangnya. Ya Allah, bantu saudara-saudara kami yang ada di balik sana, agar mereka mampu memberikan bantuannya kepada kami hamba-Mu. Ya Allah, aku yakin Engkau tidak pernah tidur dan lalai sedikitpun terhadap makhluk-Mu, aku yakin Engkau mendengarku, ALLAHU AKBAR!!!

Hari ini, aku berjalan menuju perbatasan itu, telah terlihat di sana letusan-letusan yang nyata dan menyala-nyala. Sayang kalian tak di sini untuk menyaksikan proyek mega ini, proyek yang akan mengantarkan aku ke Jannatulloh. Aku adalah anak palestina yang kuat dan akan menjadi syuhada. Kalian juga saudara kami yang luar biasa, tanpa kalian, tanpa doa kalian kami bukan apa-apa. Sampai bertemu sampai jumpa.

Aku sampaikan beribu salam kepadamu, kepada anak seumurku yang kini masih bisa menikmati indahnya bersekolah, hangatnya dekapan ibu dan terhindar dari dinginnya malam. Aku di sini, adalah mujahid yang siap syahid, menjalankan kewajibanku sebagai seorang lelaki walau umurku masih beberapa tahun saja. Salam, sampai bertemu di surga Allah nanti, karena mungkin setelah ini aku syahid. 
Wassalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokaatuh.
Subhanallah:')

Sabtu, 05 Juli 2014

Semanis Pertemuan, Sepahit Perpisahan

Lia kembali mengingat kenangan itu. Kenangan yg indah, tapi begitu menyakitkan. Kenangan yg indah yg tak mampu untuk ia lanjutkan. Kebahagiaannya hilang seketika. Wajah manisnya kini dihiasi dengan air mata. Hatinya dipenuhi oleh luka. Iya, luka yg mungkin tidak akan mudah dilupakan. Dulu, ada sesosok yg berjanji untuk menemani. Iya, tapi akhirnya memutuskan untuk pergi. Dan lupa untuk ke,bali. Namanya Rizky. Dia kekasih Lia yg merasa tidk bersalah pergi meninggalkan Lia tanpa sedikit kata maaf. Mungkin seperti inilah cara Tuhan mendewasakan Lia. Mendewasakan dengan cara yg berbeda. 

Semua ini bermula dari ketidaksengajaan Tuhan mempertemukan Lia dan Rizky di salah satu SMA Negeri di daerah Jakarta Selatan. Sebut saja SMAN 1009. Saat itu Lia dan Rizky sama-sama mendaftarkan diri untuk masuk ke SMAN 1009 tersebut. Dari sanalah awal mula sakit hati yg Lia rasa. Di tambah lagi dia harus 3 tahun bersama orang yg sudah menghancurkan mimpinya itu. 

"Hei, gue Dio. Daritadi gue perhatiin lo sendirian aja. Lagi nunggu temen atau?" tanya seseorng saat aku sedang duduk dibawah pohon rindang ditaman belakang. 

"Oh hei. Gue Lia. Iya sendirian aja, kayaknya temen gue ga jadi dateng. Bentar lagi gue juga mau pulang nih" jawab Lia sambil tersenyum. 

"Taman sekolah ini adem ya. Makanya ga kerasa udah nunggu lama hehe." 

"Oh ya Yo, udah siang nih." sahut Lia menutup percakapan untuk izin pergi. 

"Oke Li, hati-hati yaa. Sampai ketemu besok."

Bisa disimpulkan, Dio itu sesosok laki-laki yg berwajah oriental, berkulit hitam manis, baik, dan asik. Sesampainya di rumah, Lia langsung menuju kamarnya untuk merebahkan badan sejenak. Ketika matanya terpejam, bayangan Rizky masih terlihat jelas dalam ingatan. Bisa dikatakan kenangan itu tidak mampu dia lupakan. Entahlah, mungkin Lia yg memang belum bisa sepenuhnya mengikhlaskan Rizky pergi. Mungkin Lia yg memang belum bisa menyadari bahwa Rizky sudah hilang berhari-hari. 1 tahun bukan waktu yg sebentar. Dan Lia pun tidak bisa secepat itu move on dalam hitungan minggu atau bulan. 

"Liaaaaaaa." teriak seseorang dari kejauhan saat Lia baru sampai disekolah. 

"Maaf ya kemaren gue ketiduran. Lo pasti nunggu lama ya." lanjutnya. 

"Padahal gue udah nunggu lo lama. Nyebelin." jawab Lia cemberut. 

"Iya iya, maaf yaa.. terus sekarang ceritain dong, kenapa bisa putus sama Rizky." serunya merasa bersalah. 

"Ya gitulah Ren, dia bilang dia ga bisa jadi apa yg gue mau, dia takut makin sakitin perasaan gue, dia takut ga bisa bahagiain gue dan BLABLABLA. Padahal gue cuma mau dia jadi diri sendiri. Sayangin gue apa adanya. Lagi pula, dengan keputusan dia yg kayak gini bukannya malah nambah nyakitin gue? Iya kan?" jelas Lia panjang lebar sembari tersenyum menahan air mata. 

"Yaampun Li, sabar ya. Mungkin Tuhan udah siapin kebahagiaan lo, tapi bukan sama cowo brengsek kayak gitu. Tuhan punya rencana lain buat kebahagiaan lo." 

"Iya gue tau itu." jawab Lia tersenyum. 

Perkenalkan, dia Rena. Sahabat Lia dari bangku menengah pertama. Rambut hitam terurai dengan poni kedepannya sangat membuatnya manis. Kulitnya yg putih langsat memberikan nilai plus bagi dirinya. 

"Hei Li, pasti dia ya yg lo tunggu kemarin." sahut Dio tiba-tiba. 

"Eh Dio, iya kemaren gue nunggu dia. Kenalin Dio ini Rena, Rena ini Dio." ujar Lia mengenalkan. 

"Dio..Rena" ucap mereka berbarengan sambil berjabat tangan. 

"Gue ada urusan lagi nih. Duluaan ya Li, Ren." 

"Iyaaa." sahut dua perempuan itu. 

"Kenal Dio dari mana Li. Cakep juga tuh, jauh sama Rizky mah." tanya Rena tertawa.

"Di taman belakang waktu nunggu lo kemaren. Dia kelas XII. Tapi gausah bandingin Rizky sama Dio juga kaleeee." jawab Lia ikut tertawa. 

Itulah Rena. Seperti penguat saat rapuh. Seperti air saat api dalam diri Lia berkobar. Seperti angin yg memberi kesejukan saat Lia membutuhkan. Memang cuma sahabat yg busa ngertiin saat keadaan kita kayak gini. Dan Rena juara dalam kisah ini. 

*beep* *beep*
*beep* *beep*

Getar handphone membangunkan Lia dari tidur lelapnya. Ini hari Minggu. Dan rencanana tidur sampai siang terganggu. Lia mengambil kacamatanya dan melihat nomor yg tertera di layar smartphone-nya. Nomor baru rupanya. 


"Hallo, siapa ya?" sapa Lia dengan suara yg serak. 

"Dio nih Li, yaampun baru bangun? Ini udah jam 9 loh, mentang-mentang libur. Ayo mandi buran, hari ini ada waktu kan? Siang jalan yuk sama gue." semangatnya. 

"Yaampun Dio, kirain siapa. Duh mau kemana sih?" tanya Lia sambil mencoba untuk tidur kembali. 

"Makan siang kek, kemana kek, yuk ah jam 1 gue jemput dirumah jangan telat." serunya sambil mematikan telefonnya. 

"Lah Dio dapet nomer gue darimana? Terus dia mau jemput gue dirumah. Emang dia tau apa rumah gue." batin Lia. 

Selain berkulit hitam manis, berwajah oriental, dan baik ternyata Dio juga laki-laki yg nekat. Dia menepati janjinya. Tepat pukul 1 Dio tiba dirumah Lia. 

"Sebenernya kita mau kemana sih yo? oh iya lo tau darimana nomer gue sama rumah gue?" tanya Lia secara beruntut. 

"Kan gue udah kasih tau kita mau makan siang. Hahaha tau dari siapa lagi selain sahabat lo, Rena." jawabnya santai sambil menyetir. "Udah selesai kan makannya Li, yuk cabut."

"Yuk yo, pulang aja yuk, udah sore juga." pinta Lia dengan sopan.

"Iya, yuk gue anter." sahutnya tersenyum manis. 

"Thanks ya Yo buat lunch nya, jangan kapok ya." tegur Lia saat Dio sudah sampai mengantarnya pulang. 

"Kalo tiap hari sih gue ga sanggup Li, porsi makan lo jumbo juga ya." usil Dio. 

"Hahaha Iseng banget ngeledeknya. Yaudah gue masuk ya, makasih, hati-hati ya Yo." lanjut Lia sambil tersenyum.

Lia tersenyum seketika saat Dio sudah berlalu. Pipinya merona merah. Sinar matanya penuh harapan memancar. Mungkin inilah kebahagiaan yg Lia rasakan saat masih bersama Rizky. 

Mungkin ini namanya cinta, ada tanpa kita tau apa alasannya. Ada ketika kita berusaha menepisnya. Ada ketika kita tak tahu apa cinta itu sebenarnya. Seperti apa yg kita rasakan saat kita berada didekatnya. Iya, mungkin ini yg namanya cinta.

"Lia udah shalat maghrib nak?" sapa mamah ketika aku sedang duduk ditempat tidurku. 

"Sudah mah..." jawab Lia.

"Ya udah kamu nanti makan ya Li." seru mamah sambil berlalu. 

Tiba-tiba Lia mengambil handphonenya dan mulai mencari kontak yg bertulis 'Rena' lalu meneleponnya. 

"Hallo Li, ada apa? tumben telfon." sahut Rena ketika teleponnya terhubung. 

"Rennnn, mm. kayaknya gue dah ada rasa sama Dio. Eh tapi gue ga begitu yakin sih." 

Kamis, 03 Juli 2014

First day

Haiiii guys ketemu lagi kan sama gue:3 hihihi
Kali ini gue mau sedikit (oke sedikit) bercerita tentang hari pertama gue. First day broh first dayy!

Jadi gini.......
Entah dapet hidayah dari kapan dan dimaana, sekitar heem sebulan yg lalu setelah gue UAS b.Inggris, gue mulai kepikiran sama nasib gue kedepannya gimana. Gue mikir, ntar gue kerja jadi apa yg ga pake b.Inggris. Setelah gue teleti (tua amat ya gue-_-), alhasil kemungkinan cuma 0,1% pekerjaan yg ga make b.Inggris. Dan kalian tau apaaaaa? Cuma pekerjaan ngemis dan gelandangan yg ga pake b.Inggris:') 
Coba deh, dikantor2 kan semua pake b.Inggris, jadi pengacara b.Inggris, pramugari pake juga, dllllll deh pokoknya. Nyesek ga lu kalo jadi gue?! 
Dan pas lagi classmeet, lagi happy2nya, tiba tiba temen gue yg namanya Ummul ngasih tau nilai b.Inggris gue dengan polos nya ditiang bendera 'Pus nilai bahasa inggris lu 48' Ohmywooow. Kebayang ga perasaan gue jadi ancur kek gimana tau<///3

Yuup. Hari H pas bagi rapot, gue nerima rapot dengan kecewa~Anjas. 
IP gue turun. Dan itu nyesek bangedh. terus mau tau lagi ga? Nilai praktek b.Inggris gue cuma pas KKM. ewh kan:') 
Disitu gue bilang ma mak gue. 'Mah ade fix les b.Inggris yaa.' dan dengan teganya mak gue nyautin 'Ah kamu kan les bosenan. Gamau ah mamah.' It's hurt mom. 

Oke, skip aja masalah gue sama mak gue. 
Akhirnya dengan kekuatan hati dan catatan seorang murid(?) gue resmi jadi siswi di suatu tempat les di Margonda Depok. 
Di hari pertama. Mr yg dikelas gue ngomong dengan lihay nya pake b.Inggris, dan dihari pertama gue cuma pengo dan nyoba ngertiin Mr itu:') 
Di tempat les gue yg baru gue nemuin temen2 baru, cerita2 baru, dan pengalaman2 baru. Ternyata ga dikit kok orang yg ga bisa b.Inggris dikelas gue pun isinya ada 10an orang yg mau belajar. Ea. 
Sekian dari kamiii. Bay! 

Rabu, 02 Juli 2014

Bukan yang kemarin

Yup, ini postingan pertama gue setelah kemarin gue udah ngenalin sedikit tentang pribadi gue. Nah sekarang gue mau sedikit, yaaap sedikit bercerita tentang kehidupan gue (ahaha ini lebay). 

Yuuup. Ini Bukan yang Kemarin. But this is my new story~ Haha garing. 
Heeem baru kira-kira 11 bulan gue jadi anak SMA, eh no no no ralat. Yg bener, baru kira-kira 11 bulan gue jadi anak MAN :D 
11 bulan silam sekitar pertengahan Juli gue resmi jadi siswa di MAN 7 Jakarta. Awalnya gue mikir, 'ini sekolah madrasah, jadi apa gue disini nanti, ketemu pelajaran yg ga gue temuin di SMP'. Dan yg selalu kebayang diotak gue cuma kata-kata 'APA GUE BISA?!!!' oke ini lebay wkwkwk. 

Perlu kalian tau sedikit (selalu sedikit, padahal engga) dulu gue sekolah SMPI Al-Muhajirin, mungkin ga sedikit dari kalian mikir 'Kenapa takut di MAN. Kan pelajaran di MAN ga beda jauh sama pelajaran di SMPI' hufeeet kalian salah beb :( SMPI itu masih dalam naungan (ea) Departemen Pendidikan. Dan di MAN udah dalam naungan Departemen Agama. Di SMPI masih dominan belajar pengetahuan umum dibanding sama ilmu-ilmu agamanya, JAAAADI ITU YG NGEBUAT GUE TAKUT, TAKUT GA BISA NGIKUTIN PELAJARAN AGAMANYA..........

Yup. Hari Senin, awal gue masuk. Gue udah ngerubah semuanya tentang fikiran gue. Gue sama sekali ngga mau mikir kalo gue ga mampu di MAN. 
Pas masuk, semua siswa MAN 7 udah ngerubungin papan pengumuman pembagian kelas. Pelan-pelan gue cari nama gue, dan ternyata nama gue tercantum di kelas X.2. 
Kaget, bener-bener kaget. Kenapa coba gue kaget? Gak ada satupun anak dari SMP gue yg sekelas sama gue. Makin makin kan rasa takut gue-_-

Mulai dari hari itu gue jalanin semua rutinitas di sebuah kelas yg isinya 32 anak. Awalnya 'Ini anak-anak pinter agama semua, ada yg dr mts, bahkan pesantren, duh jadi anak bawang gue ini mah'. Sebulaaaan, duabulaaaan, gue beradaptasi sm 32 orang ini. Kalo buat gue adaptasi itu ga terlalu susah ya, cukup ngasikin diri aja haha-_- 

'Nyaman'. Kesan pertama gue buat anak2 X.2. Kita ngelaluin semuanya bareng. Makan ke kantin bareng, main bareng ga cowo ga cewe, belajar bareng, ngelawak bareng, dan ke kamar mandi bareng(?)Ga denggg. 
Remed. Yuuup ini dia yg paling gue suka, solidaritas X.2 kuat banget!!! Disaat remed pun ga ada yg mikirin diri sendiri. Apalagi disaat gue harus remed Fisika, ohmywow, itu bener-bener ngebuat pala gue mau pecah. Tapi berkat temen-temen gue remed fisika gue lancar haha._.
Dan satu yg harus dunia tau, pikiran gue tentang susahnya agama di MAN itu salah besar. Disini semua gurunya ngebimbing kita biar pelan-pelan paham sama agama. 
Nih gue kasih 1 foto kenang-kenangan X.2 yaa 



MAN. Jauh bangeeeet dari menset gue yg engga-engga. Disini asik banget asli! 
Sekarang, kelas kita udah dipisah. Penjurusan udah dimulai, ada yg otaknya di IPA, ada yg otaknya di IPS. Tapiiii, kita tetep satu. Yup tetep SATU. oke guys love to the max and keep solid!!!<3 

Tugas gue cuma 1 di MAN. Belajar menjadi anak yg serius, hidup ini, bukan hidup yang kemarin :) 

Selasa, 01 Juli 2014

Opening ;)

Halooo welcome to my blog :D
Yg pertama-tama kenalan dulu laah ya kita, kalo kata pepatah tak kenal maka tak sayang(?) ahaha. 
Heeem, nama gue Heni Puspasari, temen-temen biasa manggil dengan banyaaak panggilan. Nih gue ceritain sedikit ya, temen TK gue biasa nyebut gue dengan panggilan ya biasa lah nama depan gue 'Heni' yaaps itu panggilan temen-temen TK gue sampe sekarang (padahal udah gak pernah ketemu), oke next temen S, masih panggilan biasa 'Heni' sampe sekarang, dan iniiiii masih sering ketemu dan komunikasian lohyaa :D Next lagi temen SMP, yaap masih biasa broh 'Heni' tapi ya ada lagi panggilan-panggilan aneh seperti 'Cireng' hahahak itu gue ga terima bangeD ya-_- And the last, masa SMA. Ya ga masa SMA sih, berhubung gue anak MAN (Madrasah Aliyah Negeri) jadi gue nyebutnya masa MAN. OKE lanjut. Di MAN (Sekolah yg lagi gue tekunin sampe In Shaa Allah tahun 2016) panggilan gue berubah, disini mulai dari awal perkenalan gue minta temen-temen manggil gue dengan nama 'Puspa' hahaaasek. Tapi makin banyak panggilan-panggilan yg ga ada sangkut pautnya sama nama gue. Heem misalnya, ga sedikit orang yg manggil gue 'Lola'. Hahaha itu kisah sedikit (kayaknya banyak ya) tentang nama gue. 

Oke next. Gue dilahirin Alhamdulillah sesar, tepatnya 16 tahun silam yg lalu, hari Sabtu, 25 April 1998 tepatnya di RS.Azra Bogor. Padahal waktu itu rumah mamah papah (sebelum gue brojol) di Bojong Gede, tapi gue gatau kenapa gue bisa dilahirin dikota hujan itu-_- 


Lanjuuuuut. Apalagi yaaa? Udah segitu aja lah awal yg perlu kalian tau :D

Then, gue mau sedikit promosi akun-akun gue ah :3
Facebook: Heni Puspasari 
Twitter: @henipusspa
Path: Puspa Heni
Instagram: @henipusspa 
Ask Fm: @henipusspa 
Haha-_-

Segini dulu yaa, baru perkenalan bacotnya udah segini wkwkwk. Untuk kedepannya, visit terus blog aku ya temen-temen:3