"Gedung hijau!""Kerudung kaku!""Baju kurung!""Pesantren 7!""Shalat Dhuha yuk!""Ssssh keputrian!""Hayya 'alas-shalaah""Ciput ciput!""Shalat yukkk!""Ta'lim ayuk, jangan lupa kitabnya!""Sssssh pak maman, masuk kelas!""Amal-amal katanya mau masuk ptn!""OSIS kumpul sepulang sekolah!" "Ngajuin proposal yuk!"
Masih banyak sekali julukan dan cengkramaan kami
Ya, di madrasah tercinta kami
Penuh sekali kenangan manis
Pada saat itu rasanya hanya kejadian yang biasa
Namun,
Jika kami kenang sekarang rasanya seperti menusuk jiwa
Lepasnya tawa kami,
Keluhnya lelah kami,
Penatnya otak kami,
Laparnya perut kami,
Semua teratasi di madrasah kami
Walaupun banyak halang melintang
Namun,
Begitu indahnya proses kami menuju kepuasan
Guru-guru yang beragam jenisnya
Menambah keindahan proses kami,
Lucunya guru kami,
Galaknya guru kami,
Sungguh sesak jika dikenang saat ini
Kawan kami pun beragam,
Ada yang sungguh menjengkelkan hati,
Ada yang menyejukkan hati,
Ada yang terus-menerus membuat emosi,
Ada yang tulus hati,
Beragam kawan kami,
Sama seperti sekolah-sekolah lainnya,
Meskipun kami madrasah
Kami pun sama dengan murid sekolah lainnya
Jika kami telat pasti kami dihukum,
Masuk gerbang dengan hati yang berdegup kencang
Berdiri dengan rapi di depan tiang bendera
Menunggu arahan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan,
Ya!
Abah kami yang kami tunggu,
Abah Maman.
Jika telat kami tidak di minta untuk menulis 500 halaman,
Tidak juga di minta untuk membersihkan kamar kecil,
Begitu mulia hukuman yang abah maman berikan,
Kami di minta untuk menghafal Al-Qur'an!
Berayat-ayat,
Bera'in-a'in,
Berlembar-lembar,
Berpuluh-puluh kata,
Namun,
Indah bukan kawan?
Indahnya terasa saat ini,
Saat kami memang sudah lepas dari genggaman madrasah
Alunan-alunan ayat Al-Qur'an selalu mengingatkan kami,
Ya!
Mengingatkan kami akan madrasah kami.
Kawan,
Tak akan cukup waktu dan kata untuk menceritakan semua kisah kita
Madrasah yang kita anggap mengekang,
Mengikat,
Memaksa,
Tentunya akan kita rindukan
Ya!
Inilah saat dimana kita semua merindukan hangatnya madrasah
Namun,
Kita hanya bisa mengenang
Kawan,
Genggam hangat selalu kenangan kita,
Sampai memang genggaman itu hilang
Hilang karena tibanya kematian..
PS:
Abah Maman, lengkapnya adalah Alm. H.Maman Firmansyah,S.Pd.I
Beliau merupakan guru senior di Madrasah Aliyah Negeri 7 Jakarta.
Beliau mengajar pelajaran Al-Qur'an Hadist, Tahfiz, dllnya yang berkaitan dengan keagamaan.
Beliau juga menjabat sebagai Wakil Bidang Kesiswaan di masa saya sekolah di MAN 7 Jakarta.
Namun, karena kehendak Allah SWT, abah di panggil Allah, dimana abah menderita sakit yang berkepanjangan, dan saat menjelang kelulusan abah dipanggil Yang Maha Kuasa. Tangisan kami, anak anak abah tak bisa terbendung lagi ketika mendengar kabar tersebut. Abah sosok yang sangat dibanggakan oleh anak-anaknya, ya anak-anaknya sangat banyak, siswa-siswi MAN 7 Jakarta. Namun, saya yakin, abah sudah tenang di surga-Nya..
Bagi yang membaca tulisan saya ini, saya meminta keikhlasannya untuk membacakan Surah Al Fatihah untuk alm abah kami tercinta, abah maman.
Abah, ure my second father. We love you, Abah :)
![]() |
| (X2 MAN 7 Jakarta) |
![]() |
| (X-XI-XII IPS 2) |
![]() |
| (Pentas Seni "MIXTRAMOART" MAN 7 Jakarta) |
![]() |
| (AKREDIGAS 28 MAN 7 Jakarta) |
![]() |
| (IPS 2 MAN 7 Jakarta) |
| (Beberapa guru MAN 7 JAKARTA) |
| (Panitia pelantikan ekskul bersama abah maman) |




