Minggu, 02 Agustus 2020

Terlanjur mencinta~

Ternyata mencintai dalam diam tidak senikmat dan seindah cerita di novel ya.. 
Kamu, yang nyatanya sejak dulu sulit sekali untuk ku miliki, 
eh, 
eh, 
Jangankan memiliki, kamu tahu aku mengagumi saja sepertinya tidak.

Cintaku sejak sekolah menengah,
Dulu kita pernah hampir bersama, 
Tapi takdir berkata lain di kala itu..
Kamu bersamanya dengan temanku, hihihi 

Tidak apa, 
Tapi aku kaget. 
Kaget setengah mati. 
DUAAAR💔💔
Seperti mau copot jantungku ketika tahu kamu sudah bersama dia~

Aku terlalu percaya diri atau bagaimana ya.. 
Walaupun kamu dengan dia, 
tapi... 
Kamu masih sering menatapku dengan tatapan yang dalam

Ah sepertinya aku hanya terlalu percaya diri, 
Kamu kan punya dua mata, 
Ya jelas dong kamu menatapku! 
Iya.. 
Kalimat tersebut ku tulis agar aku tidak kegeeran saja, hihihi

Hingga pada akhirnya aku bersama yang lain, 
tapi hatiku masih condong kepadamu
Iya, 
karena kamu masih bersama dia,
Aku putuskan saja untuk bersama orang lain

Kamu tahu tidak?
Ketika tiba moment kita harus bersama, 
entah dalam acara apapun.. 
Ya jantungku selalu berdegup kencang! Sangat kencang! 
Aku seperti terlalu meyakinimu dalam hatiku. 

Hingga saatnya tiba, 
Takdir memisahkan kamu dengan dia, 
Kamu sedih, aku tahu 
Aku mati-matian berusaha untuk selalu ada untukmu.
Walaupun aku tahu betul kamu sangat mencintainya.. 

Hingga saatnya tiba, 
Takdir juga memisahkan aku dengan kekasihku, 
Aku sedih, kamu pun tahu 
Tapi bedanya kamu tidak mati-matian berusaha untuk selalu ada untukku

Hmm.. 
Aku keegeran lagi tidak ya.. 
Perhatianmu berbeda,
Kamu selalu berusaha menghiburku dengan cara yang tidak mainstream 
Pertemuan selalu kamu inginkan, 
dibanding dengan bercengkrama melalui media sosial/

Tidak, 
emang kamu terlalu malas saja membuka ponsel..
Lagi-lagi aku berusaha membuat diriku tidak terlalu over pd hihihi 
Sedih ya~

Ketika aku sadari, 
ternyata sudah 6 tahun perasaan ini bertahan
Lebih lama dibandingkan hubunganku dengan mantan kekasihku
Tapi
Aku hanya bisa memendam sendiri saja, 
tanpa membiarkan kamu tahu 
Ya karena aku khawatir, 
khawatir kamu tidak memiliki rasa yang sama sepertiku. 

Pada akhirnya, 
aku kembali memendam, 
kembali menjadi pengagum rahasia..
Ya, 
dan selalu berharap 
Kelak kamu akan mengerti semua ini

Selalu berharap, 
Kamu akan baik-baik saja 
Selalu berharap, 
Kamu akan sehat selalu, 
Selalu berharap, 
Kamu selalu bahagia dengan caramu, 
Selalu berharap, 
Kamu dapat menggapai semua impianmu, 
Selalu berharap, 
Agar kelak kita akan bersama, 
Selamanya, 
Selamanya, 
Selamanya.... 

Kalimat diatas menjadi sebuah doa, 
doa untukmu, 
yang selalu aku kagumi, 
sejak 6 tahun lalu.. 


Jakarta, 2 Agustus 2020
Tertanda 

Heni Puspasari.